PUISI-PUISI GHADA AL-SAMMAN DAN SHAHRAZAD AL-KHALIJ

 


Puisi-Puisi Ghada Al-Samman

AKU BERSUMPAH DEMI RANTING-RANTING POHON 

Ada sungai yang menyapumu
Pepohonan melambai padamu
Ranting-rantingnya retak dan anginnya
Menyebarkan perpisahan yang hijau 

Burung pipit terbang dengan paruh yang patah
Aku bermeditasi di perairan yang mengelilingi wajahmu
Yang pernah menjadi diriku sebelumnya
Aku tidak mengatakan apa-apa, selain menguap 

Kuciptakan semua adegan ini:
Aku tahu dari awal
Aku menemukanmu hanya untuk kehilanganmu
Aku mencintaimu hanya untuk merindukanmu 

Kita bertemu secara kebetulan
Kau temukan kegembiraan dan kebahagiaanmu
Dan aku kembali ke kesedihan dan rasa sakitku
Kita seperti dua anak panah yang berlawanan arah
Pertemuan yang tidak bisa dihindari
Perpisahan yang pasti terjadi. 

Aku meninggalkanmu saat aku merasa tercekik
Momen singkat antara kau dan aku
Menerangi seluruh dunia dalam sekejap
Seperti kilat menyambar di langit musim panas 

Telah kaulihat kerapuhanku
Dan aku telah melihat kebahagiaanmu
Tapi tetap saja hujan turun dengan hangatnya cinta
Dalam badai, kita menyatu

Tak kukira kita berpisah
Senang kita dipertemukan
Itu menghibur, cara kita menguap dan berpisah


TULISAN

Kutulis tentangmu, orang asing
Dalam suatu usaha yang putus asa
untuk menakar kasih kita
Aku menulis karena aku tak tahu,
bukan karena aku ingin.

AKU TAK BISA MENGATAKAN: AKU MENCINTAIMU

Aku tak bisa mengatakan: aku mencintaimu
Tapi aku bisa menuliskan kata-kata
dengan sepasang bibir di keningmu
di kala senyap saat kau lelap
agar jemari mimpimu bisa memungutinya

BURUNG HANTU PEMBERONTAK 

Mengapa aku menulis? Barangkali karena alfabetku
Membalas dendam pada para penindas
Yang mencoba menyemir sepatu mereka dengan tempat tinta milikku
Dan anggur biru yang baru saja tumpah di atas kertasku
Menurutku ialah darah alfabet
Jadi ambillah…minumlah…
Karena tinta adalah anggur ketenangan.


SEEKOR BURUNG HANTU YANG HATINYA ADA DI BEIRUT 

Aku masih mencintaimu,
Terlepas dari itu semua
Karena di pantaimu aku belajar
Cara meminum sinar bulan dari kerang.


BURUNG HANTU YANG BANGKIT
 

Setiap kali kau memelukku
Aku menjadi perawan lagi,
Kurasa ini adalah malam pernikahanku!


PENGHAPUS

Aku menghabiskan malamku menulis surat cinta untukmu
Lalu habiskan hariku
Untuk menghapusnya, kata demi kata.
Matamu ialah kompas emas
Yang mengarahkanku ke lautan pemisahan!

 
KENANGAN YANG GERIMIS 

Akhirnya, aku memejamkan mata
Terbangun di atas gerimis kenangan
yang tertimpa musibah oleh rasa sakit,
basah kuyup dalam derita, air mata,
kehancuran dan kelembutan destruktifmu.


PUISI LAMA

Apa yang tersisa dari cinta selain puisi lama?


Puisi-Puisi Shahrazad Al-Khalij

DI HARI PERPISAHAN

Suatu hari perpisahan akan tiba.
Suatu hari kita akan terluka.
Suatu hari jalan akan bercabang,
lalu kita berjalan di jalur masing-masing.

Suatu hari jika perpisahan tiba,
jangan lupa untuk tanyakan permintaan terakhirku.
Dan jangan ragu katakan padaku  
harapan terakhirmu

Karena masing-masing kita
akan menjalani takdir.
Dan masing-masing dari kita
layak memiliki harapan terakhir sebelum pergi.

Kalau suatu hari peprisahan tiba,
aku akan meraih telepon
memanggil setengah nomor
dan mengingat setengahnya lagi; kita selesai
dan kita menerima perpisahan karena saling menghargai
dan semua suara dapat kudengar setelah perpisahan
kecuali suaramu.

KATAKAN

Beritahu kemacetan lalu lintas agar tidak membuka jalan untukmu.
Beritahu mata yang bertemu denganmu di jalan,
bahwa aku tidak lagi cemburu.
Beritahu jiwa-jiwa yang dengannya kau berbagi detail keseharianmu,
aku bukan lagi bagian dari mereka
Beritahu orang yang kunasehati untuk menjagamu agar melupakan nasehatku,
dan ia boleh abaikanmu sesukanya
Beritahu bantalmu untuk tidak perlu bersikap lembut pada kepalamu.
Beritahu sikat gigimu untuk tidak usah bersikap lembut pada gusimu.
Beritahu sikat rambutmu untuk lagi peduli pada kulit kepalamu.
Beritahu selimutmu untuk tidak memberimu kehangatan.
Beritahu pakaian musim dinginmu untuk tidak melindungimu dari cuaca buruk.
Beritahu anjing-anjing jalanan untuk menakut-nakutimu.
Beritahu kursi-kursi kosong di mobilmu, aku tidak lagi bermimpi untuk duduk di sana.
Beritahu tempat tinggalmu, aku tidak lagi berharap untuk pergi ke sana.
Beritahu teman-temanmu, rekan kerjamu, sahabatmu, tetanggamu,
dunia, alam semesta, tanahmu, langitmu, aku memutuskan keterikatan ini,
dan aku tidak lagi peduli tentangmu.
Jadi tinggalkan tempat di cerita ini dengan bunga kering,
dan tinggalkan ingatanku.
 

Diterjemahkan dari berbagai sumber.



Komentar