PUISI YANG TERLAMBAT
Kata-kata ini
adalah puisi yang terlambat.
Kebanyakan puisi datang terlambat
:terlalu terlambat,
seumpama surat yang dikirim seorang pelaut
tiba di tujuan saat dia sudah tenggelam.
Terlambat
untuk ditolong, seperti surat-surat,
dan puisi-puisi yang terlambat, keduanya serupa,
mereka tiba lewati air.
Segala yang terjadi:
pertempuran, hari cerah,
cahaya bulan tergelincir dalam nafsu, ciuman perpisahan.
Puisi tersapu ke darat bagai puing yang hanyut.
Atau
terlambat, seperti terlambat makan malam:
semua kata jadi dingin atau sudah dimakan.
Bajingan, sengsara, tumbang, berkepanjangan,
menunggu, sebentar, ditinggalkan, menangis, sedih.
Cinta dan kebahagiaan, bahkan lagu yang memangsa tiga kali.
Ejaan berkarat. Chorus yang usang.
Sudah terlambat.
Sudah sangat terlambat; terlalu terlambat untuk berdansa.
Menyanyilah selagi bisa.
Nyalakan lampu; nyanyikan, bernyanyi: nyalakan.
CODA:
LAGU
Kalau kau jadi
sebuah lagu,
Kau ingin jadi lagu apa?
Apakah kau
ingin jadi suara yang bernyanyi, atau jadi musik?
Saat
kunyanyikan lagu ini untukmu,
Kau bukan lagi udara yang hampa
Kau di sini,
Dalam satu tarikan napas dan sesudahnya:
kau ada bersamaku…
KISAH NYATA
(i)
Jangan pinta
kisah yang nyata;
untuk apa?
Bukan dengan
itu aku pergi,
tidak dengan itu aku pulang.
Aku berlayar
dengan
sebilah pisau, api biru,
keberuntungan,
kata-kata mulia
yang masih berguna, juga gelombang pasang.
(ii)
Kisah yang
nyata telah hilang
di perjalanan menuju pantai, sesuatu
yang tidak
pernah kumiliki, kusut hitam
cabang-cabang dalam cahaya bergeser,
jejak kakiku
buram
dipenuhi air garam
sisa-sisa
tulang kecil
dari bangkai burung hantu;
bulan, kertas
kumal, sekeping koin,
kilatan kepergian lalu.
lubang-lubang
di pasir
yang dibuat sepasang kekasih
ratusan tahun
silam: tiada artinya
(iii)
Kisah nyata
berbohong
di antara kisa-kisah lainnya
warna yang
berantakan, seperti pakaian yang tumpang tindih
dilempar atau dibuang,
seperti hati
di atas marmer, seperti silabel,
seperti pungkur tukang jagal.
Terlebih,
kisah nyata itu kejam
dan ganda, dan palsu
Mengapa kau
memerlukannya?
Jangan pernah meminta kisah yang nyata.
Diterjemahkan dari buku Dearly yang rilis pada tahun 2020.

Komentar
Posting Komentar