PUISI-PUISI MARGARET ATWOOD

 

PUISI YANG TERLAMBAT

Kata-kata ini adalah puisi yang terlambat.
Kebanyakan puisi datang terlambat
:terlalu terlambat,
seumpama surat yang dikirim seorang pelaut
tiba di tujuan saat dia sudah tenggelam.

Terlambat untuk ditolong, seperti surat-surat,
dan puisi-puisi yang terlambat, keduanya serupa,
mereka tiba lewati air.

Segala yang terjadi: pertempuran, hari cerah,
cahaya bulan tergelincir dalam nafsu, ciuman perpisahan.
Puisi tersapu ke darat bagai puing yang hanyut.

Atau terlambat, seperti terlambat makan malam:
semua kata jadi dingin atau sudah dimakan.
Bajingan, sengsara, tumbang, berkepanjangan,
menunggu, sebentar, ditinggalkan, menangis, sedih.
Cinta dan kebahagiaan, bahkan lagu yang memangsa tiga kali.
Ejaan berkarat. Chorus yang usang.

Sudah terlambat. Sudah sangat terlambat; terlalu terlambat untuk berdansa.
Menyanyilah selagi bisa.
Nyalakan lampu; nyanyikan, bernyanyi: nyalakan.

CODA: LAGU

Kalau kau jadi sebuah lagu,
Kau ingin jadi lagu apa?

Apakah kau ingin jadi suara yang bernyanyi, atau jadi musik?

Saat kunyanyikan lagu ini untukmu,
Kau bukan lagi udara yang hampa
Kau di sini,
Dalam satu tarikan napas dan sesudahnya:
kau ada bersamaku…

KISAH NYATA

(i)

Jangan pinta kisah yang nyata;
untuk apa?

Bukan dengan itu aku pergi,
tidak dengan itu aku pulang.

Aku berlayar dengan
sebilah pisau, api biru,

keberuntungan, kata-kata mulia
yang masih berguna, juga gelombang pasang.

(ii)

Kisah yang nyata telah hilang
di perjalanan menuju pantai, sesuatu

yang tidak pernah kumiliki, kusut hitam
cabang-cabang dalam cahaya bergeser,

jejak kakiku buram
dipenuhi air garam

sisa-sisa tulang kecil
dari bangkai burung hantu;

bulan, kertas kumal, sekeping koin,
kilatan kepergian lalu.

lubang-lubang di pasir
yang dibuat sepasang kekasih

ratusan tahun silam: tiada artinya

(iii)

Kisah nyata berbohong
di antara kisa-kisah lainnya

warna yang berantakan, seperti pakaian yang tumpang tindih
dilempar atau dibuang,

seperti hati di atas marmer, seperti silabel,
seperti pungkur tukang jagal.

Terlebih, kisah nyata itu kejam
dan ganda, dan palsu

Mengapa kau memerlukannya?

Jangan pernah meminta kisah yang nyata.

Diterjemahkan dari buku Dearly yang rilis pada tahun 2020.



Komentar